DEFINISI DM TIPE 2

Dm tipe 2 atau diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah gangguan kesehatan kronis (jangka panjang) yang memengaruhi cara tubuh Anda mengubah makanan menjadi energi. Orang Indonesia menyebutnya sebagai penyakit kencing manis, atau penyakit gula.

Sebagian besar makanan yang Anda makan dipecah menjadi gula (glukosa) untuk dilepaskan ke aliran darah Anda. Ketika gula darah Anda naik, pankreas akan melepaskan insulin. Insulin bertindak seperti kunci untuk membiarkan gula darah masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.

Jika Anda menderita diabetes, tubuh Anda tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin yang dibuatnya sebagaimana mestinya. Ketika tidak ada cukup insulin atau ketika sel-sel tidak merespons insulin, membuat banyak gula darah tetap berada dalam aliran darah Anda.

Seiring waktu, kondisi ini menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, dan penyakit ginjal.

Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, belum ada obat untuk diabetes, tetapi menurunkan berat badan, makan makanan sehat, dan tubuh aktif bisa sangat membantu. Minum obat sesuai kebutuhan, mendapatkan edukasi dan dukungan manajemen diabetes mandiri , serta menjaga janji kunjungan ke dokter dapat mengurangi dampak diabetes pada kehidupan Anda.

diabetes melitus tipe 2
diabetes melitus tipe 2

Memiliki dm tipe 2, berarti tubuh Anda tidak menggunakan insulin dengan baik dan tidak dapat menjaga gula darah normal. Sekitar 90% dari semua penderita diabetes, memiliki DM tipe 2 yang berkembang selama bertahun-tahun dan biasanya didiagnosis pada orang dewasa (faktanya, banyak pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda yang memiliki diabetes tipe 2).

Anda mungkin tidak melihat gejala diabetes apa pun, jadi penting untuk memeriksakan gula darah Anda jika Anda berisiko. Diabetes melitus tipe 2 dapat dicegah atau ditunda dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti menurunkan berat badan, makan makanan sehat, dan menjadi aktif.

Fakta Diabetes Melitus Tipe 2

  • Per tahun, lebih dari 2 juta kasus orang Indonesia penyakit DMT2, sebagian besar orang tua usia 40 keatas, sebagian orang muda usia 25 – 35 th. Sebagian besar mereka tidak tahu penyakit yang dideritanya karena pengetahuan tentang diabetes masih minim.
  • Lebih 30,3 juta orang dewasa AS menderita diabetes, dan 1 dari 4 dari mereka tidak tahu bahwa mereka mengidapnya.
  • Diabetes adalah penyebab kematian nomor dua di Indonesia, dan no tujuh di Amerika Serikat.
  • Diabetes adalah penyebab gagal ginjal nomor 1, amputasi ekstremitas bawah, dan kebutaan orang dewasa.
  • Dalam 20 tahun terakhir, jumlah orang dewasa yang didiagnosis menderita DMT2 meningkat lebih dari dua kali lipat.

Patofisiologi DM tipe 2

Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang bertindak seperti kunci untuk membiarkan gula darah masuk ke dalam sel-sel dalam tubuh Anda untuk digunakan sebagai energi. Jika Anda memiliki diabetes tipe 2, sel-sel tidak merespons insulin secara normal; ini disebut resistensi insulin.

AKibat tubuh tidak merespon, pankreas menghasilkan lebih banyak insulin untuk mencoba membuat sel merespons. Selama waktu bergulir, pankreas tidak dapat bekerja semestinya, dan gula darah Anda naik, menyebabkan pradiabetes hingga diabetes melitus tipe 2.

Gula darah tinggi dapat merusak tubuh dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya, seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, dan penyakit ginjal.

Gejala & Faktor Risiko DM Tipe 2

Gejala diabetes melitus tipe 2 sering berkembang selama beberapa tahun dan dapat berlangsung lama tanpa diketahui (kadang-kadang tidak ada gejala diabetes yang terlihat). Karena gejalanya sulit dikenali, penting untuk mengetahui faktor-faktor risiko diabetes melitus tipe 2 dan mengunjungi dokter Anda untuk diperiksa tingkat kadar gula darahnya.

Apa Penyebab Dm tipe 2?

Diabetes melitus tipe 2 memiliki beberapa penyebab, diantaranya: genetika dan gaya hidup. Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan resistensi insulin, ketika tubuh Anda tidak menggunakan insulin sebagaimana mestinya. Resistensi insulin adalah penyebab diabetes tipe 2 paling umum.

Genetika

Diabetes tipe 2 bisa turun temurun. Itu tidak berarti bahwa jika ibu atau ayah Anda mengidap diabetes tipe 2, Anda akan mengidapnya; itu berarti Anda memiliki faktor risiko atau peluang lebih besar untuk mengembangkan dm tipe 2.
 
Para peneliti tahu bahwa Anda dapat mewarisi risiko diabetes tipe 2, tetapi sulit untuk menentukan gen mana yang membawa risiko.
Gen memang berperan dalam diabetes tipe 2, tetapi pilihan gaya hidup juga penting.

Misalnya, Anda memiliki mutasi genetik yang dapat membuat Anda rentan terhadap DM tipe 2, tetapi jika Anda merawat tubuh Anda dengan baik, Anda mungkin terhindar diabetes.

Katakan bahwa dua orang memiliki mutasi genetik yang sama. Salah satunya makan dengan baik, mengawasi kolesterol mereka, dan tetap bugar secara fisik. Sedang yang lain, mereka kelebihan berat badan (BMI lebih besar dari 25) dan tidak aktif.

Orang yang kelebihan berat badan dan tidak aktif jauh lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 karena pilihan gaya hidup tertentu sangat mempengaruhi seberapa baik tubuh Anda menggunakan insulin.

Gaya hidup

Pilihan gaya hidup yang mempengaruhi perkembangan diabetes tipe 2 meliputi: Kurang olahraga, diet tidak sehat, obesitas: Kurang olahraga dan makan yang tidak sehat dapat menyebabkan obesitas, atau memperburuknya.

Kelebihan berat badan membuat Anda cenderung menjadi resisten terhadap insulin dan juga dapat menyebabkan banyak penyakit kesehatan lainnya.

Resistensi insulin

Kerentanan genetik dan pilihan gaya hidup — mengarah pada resistensi insulin. Jika tubuh Anda resisten insulin, berarti tubuh menggunakan insulin dengan tidak benar.
 
Tubuh Anda dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengangkut glukosa ke sel, tetapi sayangnya, tubuh menolak insulin itu. Glukosa menumpuk di dalam darah ketika Anda resisten terhadap insulin, yang mengarah ke gejala terkait diabetes tipe 2.
 
Pada diabetes tipe 2, genetika dan gaya hidup berperan dalam menyebabkan tubuh Anda menjadi resisten terhadap insulin. Simak lebih lengkap: penyebab diabetes tipe 2

Uji sampel

Tes darah sederhana akan memberi tahu Anda jika Anda menderita diabetes. Jika Anda telah uji kadar gula darah di balai kesehatan atau apotek, pastikan untuk tindak lanjuti di klinik atau kantor dokter untuk memastikan hasilnya akurat. Baca: tabel gula darah

Manajemen gula darah

Tidak seperti banyak kondisi kesehatan, diabetes sebagian besar dikelola oleh Anda mandiri, dengan dukungan dari tim perawatan kesehatan (termasuk dokter, dokter kaki, dokter gigi, dokter mata, ahli gizi diet terdaftar, pendidik diabetes, dan apoteker), keluarga, dan orang-orang dalam hidup Anda. Mengelola diabetes bisa menjadi tantangan, tetapi semua yang Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan Anda tidak akan sia-sia!

Anda mungkin dapat mengelola gula darah dengan makan sehat dan fisik aktif, atau dokter meresepkan insulin, obat suntik lainnya, atau obat diabetes oral untuk membantu mengendalikan stabilitas gula darah dan menghindari komplikasi.

Anda masih harus makan sehat dan aktif jika Anda menggunakan insulin atau obat-obatan lainnya. Penting juga untuk menjaga tekanan darah dan kolesterol agar tetap terkendali dan mendapatkan tes skrining yang diperlukan.

Anda harus memeriksa gula darah secara teratur. Tanyakan kepada dokter Anda seberapa sering Anda harus memeriksanya dan berapa target kadar gula darah Anda seharusnya. Menjaga kadar gula darah Anda sedekat mungkin dengan target akan membantu Anda mencegah atau menunda komplikasi terkait diabetes.

Stres adalah bagian dari kehidupan, tetapi dapat membuat pengelolaan diabetes lebih sulit, termasuk mengendalikan kadar gula darah dan menangani perawatan diabetes setiap hari.

Aktivitas fisik yang teratur, cukup tidur, dan latihan relaksasi dapat membantu. Bicaralah dengan dokter Anda dan pendidik diabetes tentang ini dan cara-cara lain Anda untuk mengelola stres.

Buat janji temu rutin dengan tim perawatan kesehatan untuk memastikan sesuai dengan rencana perawatan dan untuk mendapatkan bantuan dengan ide dan strategi baru jika diperlukan.

Bagi diabetes pemula

Jika Anda baru saja didiagnosis diabetes atau sudah menderita lama, sebaiknya bertemu dengan pendidik diabetes. Ini adalah cara yang bagus untuk mendapatkan dukungan dan bimbingan, termasuk cara:

  • Mengatur rencana makan dan aktivitas sehat
  • Tes gula darah dan catat hasilnya
  • Mengenali tanda-tanda gula darah tinggi atau rendah dan apa yang harus dilakukan
  • Jika perlu, berikan insulin mandiri dengan jarum suntik, pena, atau pompa
  • Pantau kaki, kulit, dan mata Anda untuk mencegah masalah sejak dini
  • Beli peralatan diabetes dan simpan dengan benar
  • Kelola stres dan tangani perawatan diabetes setiap hari
  • Tanyakan kepada dokter Anda tentang edukasi manajemen diabetes dan rekomendasi pendidik diabetes, atau cari ikon Asosiasi Komunitas Diabetes di lingkungan Anda tinggal, forum sosial, sosial media, dll.

Diabetes Tipe 2 Usia Muda

Tingkat obesitas pada anak meningkat, demikian juga tingkat diabetes tipe 2 pada remaja. Lebih dari 75% anak-anak dengan diabetes melitus tipe 2 memiliki kerabat dekat yang menderita diabetes juga.

Tapi itu tidak selalu karena anggota keluarga terkait; bisa juga karena mereka berbagi kebiasaan tertentu yang dapat meningkatkan risiko mereka.

Orang tua harus dapat membantu mencegah atau menunda diabetes tipe 2 dengan mengembangkan rencana untuk seluruh keluarga:

  • Minum lebih banyak air dan lebih sedikit minuman manis
  • Makan lebih banyak buah dan sayuran
  • Membuat makanan favorit lebih sehat
  • Membuat aktivitas fisik lebih menyenangkan
  • Perubahan gaya hidup sehat dijadikan kebiasaan, lebih mudah dilakukan ketika kebiasaan ini untuk semua dan dijalani bersama.

Pelajari terus tentang DMT2 di website ini. Dapatkan panduan gratis untuk mengelola gula darah Anda agar sesuai rentang target seharusnya. Pastikan konsultasikan semua permasalahan pada dokter perawat Anda.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

%d blogger menyukai ini: