Hipertensi Diabetik

()

Hipertensi Diabetik, apa itu? Ini adalah satu dari beberapa komplikasi diabetes kronis dimana tekanan darah 130 / 80mmHg atau lebih. Angka ini dianggap waspada hipertensi bagi penderita diabetes, kenapa? Baca terus artikel ini.

Hipertensi dikenal sebagai Tekanan Darah Tinggi termasuk pengetahuan penting bagi penderita diabetes karena diperkirakan sekitar 2 dari 3 penderita diabetes memiliki tekanan darah tinggi.

Jika Anda adalah bagian dari resiko ini, baca terus. Jika Anda tak memiliki resiko, serius, , pendidikan tidak pernah sia-sia!

Ada banyak terminologi yang berhubungan dengan tekanan darah yang mungkin membingungkan, jadi saya pikir yang terbaik untuk menjelaskan semua itu terlebih dahulu, sebelum membahas langsung tentang efek komplikasi ini pada penderita diabetes.

Ketika tekanan darah diukur, ini berarti mengukur tekanan, atau kekuatan, atau daya dorong darah terhadap dinding arteri Anda.

Cara memahami angka di sphygmomanometer

Anda mungkin bertanya, “Kalau begitu, mengapa saya diberi tahu bahwa tekanan darah saya ada 2 angka, atas dan bawah? Mengapa tidak satu angka saja?” Itu karena tekanan darah di arteri Anda bervariasi tergantung pada apakah saat jantung Anda berdetak atau saat istirahat pada waktu tertentu. Begitu………….

  • Angka pertama, atau atas, adalah tekanan di arteri Anda ketika jantung Anda berkontraksi, sehingga memompa darah di dalamnya melalui arteri dan mengelilingi tubuh. Ini disebut tekanan sistolik. Ini adalah tekanan tertinggi dan merupakan angka tertinggi.
  • Angka kedua, atau bawah, adalah tekanan di arteri Anda ketika jantung beristirahat dan terisi darah, di antara denyut. Ini disebut tekanan diastolik. Ini adalah tekanan paling rendah dan karenanya ditulis angka terendah.

Contoh:

Anda akan mendapatkan hasil yang terlihat seperti ini: – 130 / 80mmHg.

130 adalah tekanan sistolik Anda, 80 diastolik Anda.

Tekanan darah diukur dengan Monitor Tekanan Darah, atau sphygmomanometer.

Cara mengukur tekanan darah

Biasanya pengukuran dilakukan di sekitar bagian atas lengan, ini bertujuan mengukur tekanan di arteri brakialis Anda, dimana itu merupakan pembuluh darah yang bergerak dari bahu ke bawah siku.

Ada cara lain, mengukur tekanan darah di pergelangan tangan atau di jari tetapi ini tidak seakurat mengukur di lengan (bahu).

Mengapa? Ketika mengukur di pergelangan, hasil tekanan terukur bervariasi tergantung pada ketinggian titik pengukuran dengan posisi jantung Anda, dan itu seharusnya diambil pada titik dimana ketinggian sama dengan jantung Anda.

Jadi, jika mengukurnya di pergelangan tangan, itu cenderung ke banyak variasi, jika Anda mengubah posisi tangan, maka pembacaan pun akan berbeda.

Namun, jika memilih pengukuran di lengan atas, ini tidak mungkin hasil ukur berubah (bervariasi) karena pada posisi tetap (antara jantung dan lengan), dan juga memiliki denyut nadi yang lebih kuat, yang karenanya lebih mudah dibaca secara akurat. Ok?

Berapa angka tekanan darah yang normal?

Pertama-tama perlu dipahami, ingatlah bahwa tekanan darah memang berubah pada siang hari, dan berada pada titik terendah saat Anda tidur.

Tekanan akan naik ketika Anda bangun, kemudian tetap konstan kembali setelah tenang, kecuali Anda menjadi kaget, gugup, atau lebih aktif.

Namun perlu dipahami, terkadang butuh beberapa bacaan atau pengukuran untuk menentukan apakah Anda benar-benar hipertensi atau tidak.

Patokan standar untuk tekanan darah telah sedikit berubah selama bertahun-tahun tetapi rekomendasi NHLBI (National Heart, Lung, and Blood Institute) sekitar tahun 2003 adalah sebagai berikut: –

Tekanan darah normal 120/80, artinya

  • Sistolik 120mmHg atau kurang
  • 80mmHg diastolik atau kurang

Tekanan darah pra-hipertensi 120/80 hingga 139/89, artinya

  • Sistolik 120mmHg – 139mmHg
  • 80mmHg Diastolik – 89mmHg

Tekanan darah tinggi 140/90, artinya

  • Sistolik 140mmHg atau lebih.
  • 90mmHg diastolik atau lebih.

Tekanan darah tinggi pada penderita diabetes.

Tercantum di atas adalah tekanan untuk orang normal tetapi bagi penderita diabetes harus berbeda, yaitu

130 / 80mmHg atau lebih dianggap tekanan darah tinggi untuk penderita diabetes.

Itu karena tekanan darah yang sedikit tinggi saja dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung (membuat jantung bekerja terlalu keras), juga stroke, masalah saraf atau masalah mata diabetik.

Misalnya jika Anda menderita makulopati, (lihat retinopati), Anda harus mengusahakan tekanan darah ke rendah untuk memperlambat atau menghentikan penglihatan Anda yang semakin buruk.

Jika Anda sudah memiliki bentuk penyakit ginjal apa pun, bahkan tekanan darah tinggi ringan meningkatkan risiko gagal ginjal.

Perhatikan! Ginjal berperan dalam mengendalikan tekanan darah (mereka mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh).

  • Semakin sedikit fungsi ginjal Anda akan semakin tinggi tekanan darah Anda
  • Semakin tinggi tekanan darah semakin banyak banyak pulas pernurunan fungsi ginjal Anda.

Ingat! Turunkan tekanan darah Anda dan Anda akan memperlambat perkembangan penyakit ginjal.

Gejala hipertensi diabetik

Hampir tidak ada! Itulah sebabnya Anda pasti pernah mendengar hipertensi disebut sebagai “the silent killer”. Anda mungkin sama sekali tidak menyadari bahwa Anda memiliki hipertensi diabetik

Sementara itu, didalam jantung dan ginjal Anda sedang terjadi peperangan melawan penyakit, ini mengarah ke segala macam komplikasi di masa depan.

Menurut American Heart Association, Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi diabetik adalah dengan memeriksa berapa tekanan darah Anda saat ini!

Penyebab hipertensi diabetik

Hipertensi dan diabetes tipe 2 memiliki faktor risiko serupa, termasuk:

  • memiliki kelebihan berat badan dan lemak tubuh
  • diet tidak sehat
  • gaya hidup tidak aktif
  • stres dan kebiasaan tidur yang buruk
  • merokok
  • usia tua
  • memiliki kadar vitamin D yang rendah
  • Memiliki riwayat keluarga hipertensi meningkatkan risiko hipertensi, sementara riwayat keluarga diabetes meningkatkan risiko diabetes, khususnya tipe 2.

Memiliki hipertensi tampaknya meningkatkan risiko diabetes tipe 2, dan memiliki diabetes tipe 2 meningkatkan risiko hipertensi. Juga, memiliki satu atau kedua kondisi meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk:

  • serangan jantung atau stroke
  • penurunan fungsi ginjal, berlanjut ke dialisis
  • masalah dengan pembuluh darah di mata, menyebabkan hilangnya penglihatan
  • penyakit pembuluh darah perifer

Faktor lain yang meningkatkan risiko hipertensi termasuk:

  • diet tinggi lemak atau sodium tinggi
  • penyalahgunaan alkohol
  • kadar potasium yang rendah
  • kondisi kronis lainnya, seperti sleep apnea penyakit ginjal, atau radang sendi

Cara mencegah hipertensi diabetik

Saya akan berikan beberapa trik menurunkan tekanan darah Anda. Saya akan memberikan Anda apa yang harus Anda lakukan, pertama PERUBAHAN GAYA HIDUP:

1. Turunkan berat badan

Penderita diabetes, terutama penderita diabetes tipe 2, cenderung kelebihan berat badan dan ini adalah salah satu alasan utama munculnya hipertensi diabetes.

Kehilangan 10% dari berat badan Anda akan menyebabkan penurunan tekanan darah Anda. Makan makanan yang benar melalui diet diabetes dapat membantu mencapai penurunan berat badan ini.

2. Olah raga

Olahraga dan diet adalah cara cepat mengurangi berat badan dan juga memperkuat jantung.

3. Makan lebih sedikit garam.

4. Jangan minum alkohol

5. Stop merokok. Produk ini dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

6. Obat-obatan.

Jika diet dan olahraga tidak cukup menurunkan tekanan darah Anda segera, dokter bisa meresepkan obat. Ini masuk akal karena tekanan darah tinggi bagai mimpi buruk bagi penderita diabetes daripada penyakit gula itu sendiri!

Apa pilihan obat untuk hipertensi diabetik? Anda mungkin memakai salah satu dari ini atau kombinasi. Praktisi kesehatan Anda akan bekerja untuk Anda, mencari apa obat terbaik untuk Anda.

  1. Penghambat ACE.
    • ACE adalah singkatan dari ‘angiotensin converting enzyme’ dan obat-obat ini bekerja dengan cara mencegah produksi hormon, Angiotensin II.
    • Angiotensin II adalah hormon yang menyebabkan pembuluh darah berkontraksi, membuat darah lebih sulit mengalir melalui pembuluh sehingga tekanan darah meningkat.
    • Setelah pembuluh darah rileks, tekanan darah turun. Tak hanya itu, ACE juga tampaknya memiliki manfaat tambahan untuk melindungi ginjal Anda.
    • Efek samping: Batuk kering – masalah umum. Tekanan darah rendah dengan gejala sakit kepala & pusing. Sensasi rasa berubah. Mual & diare.
  2. Angiotensin Receptor Blockers / Antagonists (ARBs).
    • Ini bekerja dengan cara yang sama seperti penghambat ACE, perbedaannya adalah alih-alih mencegah produksi hormon, tapi menghentikan efek hormon Angiotensin.
    • Hasil akhirnya, pembuluh darah yang rileks dan tekanan darah berkurang. Obat ini sering digunakan ketika pasien tidak dapat mentoleransi ACE inhibitor.
    • Efek samping: Batuk – jarang terjadi, tidak seperti pada ACE inhibitor. Peningkatan kadar kalium, tekanan darah rendah ditandai pusing & sakit kepala Mengantuk Diare dan mulas, Rasa logam atau asin di mulut, Ruam kulit.
  3. Calcium channel blocker
    • Ini menghentikan kalsium memasuki sel-sel jantung dan pembuluh darah.
    • Ketika kalsium masuk ke dalam sel-sel ini, jantung dan pembuluh darah menyempit.
    • Pemblokiran menyebabkan pembuluh darah rileks, jantung tidak bekerja keras dan tekanan darah turun.
    • Efek samping: Edema – pembengkakan pada kaki dengan cairan, Sembelit, Mual, Tekanan darah rendah bersamaan dengan sakit kepala, kantuk, dan pusing. Ruam kulit.

Catatan tambahan

Hipertensi dan diabetes sering terjadi bersamaan, dan kedua nya tampaknya berbagi sama dalam beberapa faktor risiko dan penyebabnya.

Membuat pilihan gaya hidup sehat sejak usia dini dapat membantu mencegah diabetes tipe 2 dan hipertensi. Penderita diabetes dapat membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular dengan mengendalikan kadar gula darah mereka.

Penyesuaian gaya hidup dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah, tetapi kebanyakan penderita harus mengikuti rencana perawatan seumur hidup.

Seorang dokter akan menyiapkan rencana perawatan, ini berarti Anda tetap menjalin hubungan dengan menepati janji untuk bertemu.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Like comments off

You might like

Avatar

About the Author: Lusiana Ekawati