Hitung Sel Darah Putih

()

Hitung Sel Darah Putih adalah jumlah sel darah putih juga dikenal sebagai WBC (White Blood Cell). Penghitungan dilakukan dari jumlah aktual sel darah putih dalam volume darah tertentu.

Sel-sel darah putih adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh kita yang melawan infeksi. Ada sejumlah jenis sel darah putih dan itulah sebabnya tes ‘diferensial sel darah putih‘ harus dilakukan, akan dijelaskan nanti.

Nilai normal adalah

4.0 – 11.0 x 10 * 9 sel / L. – dinyatakan dalam satuan SI.
4.000 dan 11.000 sel / cu.mm (milimeter kubik) atau / μl (per mikroliter darah) – US units.

Signifikansi hasil tes WBC abnormal

Peningkatan jumlah sel darah putih disebut leukositosis.

Beberapa kondisi yang membuat jumlah sel darah putih meningkat

Kondisi penyakit

  • Infeksi bakteri di suatu tempat di tubuh, tes lebih lanjut perlu dilakukan untuk menemukan penyebabnya jika tidak jelas. Penderita diabetes dengan gula darah tinggi rentan terhadap infeksi dan mungkin memiliki jumlah WBC tinggi.
  • Peradangan seperti pada rheumatoid arthritis atau alergi
  • Leukemia – kanker sel darah putih.
  • Penyakit sumsum tulang kronis seperti kelainan mieloproliferatif
  • Trauma dengan kerusakan jaringan yang parah, seperti pada luka bakar yang buruk.
  • Stres fisik atau emosional yang ekstrem dapat meningkatkan jumlah WBC.
  • Jumlah WBC dapat meningkat pada tahap akhir kehamilan.
  • Splenektomi menghasilkan peningkatan ringan permanen dalam jumlah WBC.

Obat-obatan

  • Epinefrin – juga disebut adrenalin. Digunakan untuk meredakan asma.
  • Allopurinol (Zyloprim) – digunakan untuk menurunkan kadar asam urat darah, misalnya asam urat & batu ginjal.
  • Aspirin
  • Khloroform
  • Heparin – antikoagulan
  • Kina – digunakan untuk mengobati malaria dan juga kram kaki.
  • Kortikosteroid –
  • Triamterene (Dyrenium) – diuretik.

Penurunan jumlah sel darah putih disebut leukopenia

Ada kondisi tertentu yang menyebabkan jumlah darah putih menurun, termasuk

Kondisi penyakit

  • Disfungsi tiroid.
  • Kekurangan vitamin.
  • Penyakit hati atau limpa.
  • Kegagalan sumsum tulang (kemungkinan karena infeksi, tumor atau fibrosis)
  • Infeksi yang parah seperti terjadi pada penyakit virus, TBC & tipus.
  • Penyakit autoimun seperti HIV atau Lupus.
  • Kanker, kemoterapi dan terapi radiasi dapat memengaruhi produksi sumsum tulang sel darah putih.
  • Penyakit bawaan bernama Marrow Aplasia, di mana sumsum tidak berkembang secara normal.
  • Setiap paparan radiasi

Obat-obatan

Beberapa obat misalnya.

  • Methotrexate – memblokir metabolisme sel. Digunakan untuk psoriasis, kanker payudara, dan artritis reumatoid.
  • Antibiotik
  • Antikonvulsan
  • Antihistamin
  • Obat antitiroid
  • Arsenikal
  • Barbiturat
  • Agen kemoterapi
  • Diuretik
  • Sulfonamid

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.