Januvia – Sitagliptin Fosfat

januvia obat diabetes tipe 2
0
(0)

Januvia adalah obat baru untuk diabetes tipe 2 yang bekerja untuk mengobati resistensi insulin dan mengatasi masalah kekurangan insulin karena kelebihan produksi glukosa oleh hati.

Masih kita ingat, tahun 2005 lalu FDA mengesahkan Byetta dan sekarang mereka telah memberi alternatif obat diabetes lain, Januvia atau sitagliptin fosfat.

Jika Anda bertanya, dari mana nama itu berasal, tampaknya di ‘make up’ oleh departemen pemasaran produsen, Merck & Co, dari satu pemikiran ‘rejuvenation’, yang artinya peremajaan.

Jadi apa yang kita dapatkan di halaman ini, dan bagaimana obat ini bekerja?

Cara kerja

Januvia termasuk kelas obat yang dikenal sebagai inhibitor DPP-4 (inhibitor dipeptidyl peptidase-4). Meski jargon medisnya rumit tetapi saya akan mencoba menjelaskan apa artinya semua itu.

Mari kita mulai dengan hormon incretin yang dikenal sebagai Glucagon-like peptide-1 (GLP-1). Hormon ini dikeluarkan dari usus sebagai respons terhadap asupan makanan.

Ia mengikat reseptor pada sel beta pankreas, merangsang sel beta untuk memproduksi insulin. Hormon GLP-1 juga menekan sekresi glukagon, menunda pengosongan lambung dan membantu membuat seseorang merasa kenyang serta merangsang penyerapan glukosa perifer.

Ia juga dianggap berfungsi menjaga fungsi sel beta dan alfa, fantastis bukan?

Namun, ada masalah. GLP-1 yang diproduksi secara alami hanya bertahan untuk waktu yang sangat singkat, sekitar 1,5 – 2 menit sebelum terdegradasi, jadi tidak banyak digunakan sebagai agen terapi.

Sekarang kita sampai pada enzim dipeptidyl-peptidase 4 (DPP-4). Inilah yang bertanggung jawab menurunkan fungsi GLP-1. Jika ada seseorang dapat menemukan cara menurunkan aktifitas DPP-4 dari menonaktifkan GLP-1 maka Anda adalah orang hebat.

Di sinilah sejarah Januvia masuk. Januvia adalah penghambat DPP-4, dengan kata lain itu mencegah degradasi GLP-1 oleh DPP-4 sehingga Anda mendapatkan konsentrasi hormon GLP-1yang lebih besar, dan mendapat manfaat kesehatan lebih besar pula.

Sebenarnya hanya ada dua cara untuk mengatasi diabetes tipe 2
antara

  1. meningkatkan resistensi insulin; atau
  2. menyelesaikan masalah kekurangan insulin dan kelebihan produksi glukosa oleh hati karena disfungsi sel alfa dan beta.

Jadi Januvia memiliki efek dua kali lipat. Dengan memblokir DPP-4 itu menyebabkan pankreas memproduksi lebih banyak insulin sementara pada saat yang sama memberitahu hati untuk berhenti membuat glukosa

Karena mekanisme kerja ini, Januvia hanya mulai bekerja ketika ada kelebihan glukosa. Karena itu ia menyebabkan pelepasan insulin dan penurunan glukagon hanya ketika dibutuhkan, sehingga kecil kemungkinannya menyebabkan hipoglikemia.

Berapa dosisnya?

Keuntungan yang dimilikinya dibandingkan banyak obat diabetes oral lain adalah obat ini lebih netral – dengan kata lain itu tidak menyebabkan penurunan berat badan atau kenaikan berat badan.

januvia obat diabetes tipe 2
januvia – image: images.yaoota.com

Januvia diberikan secara oral dan satu tablet 100mg sehari, dengan atau tanpa makanan, adalah dosis yang dianjurkan.

Residu Januvia dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan karenanya jika seseorang memiliki masalah dengan ginjalnya, dosis mungkin harus disesuaikan. Untuk pasien dengan masalah ginjal ringan dosis normal harusnya oke.

Bagi mereka yang memiliki masalah ginjal sedang atau membutuhkan hemodialisis, dosis yang lebih kecil mungkin diperlukan, seperti 50mg sekali sehari.

Bagi mereka dengan disfungsi ginjal berat atau membutuhkan cuci darah, dosisnya lebih kecil, hanya 25mg sehari.

Karena ada kebutuhan untuk menyesuaikan dosis untuk masalah ginjal, itu adalah ide yang baik, jika ada kecurigaan masalah seperti itu, fungsi ginjal yang dinilai sebelum mengambil Januvia dan secara berkala sesudahnya.

Efek Samping

Seperti semua obat oral diabetes lainnya, ada beberapa efek samping terutama pada masalah pernafasan seperti pilek atau tersumbat, sakit tenggorokan atau infeksi saluran pernapasan atas serta sakit kepala dan diare.

Sampai sekarang tidak diketahui seberapa aman Januvia untuk bayi dan anak-anak dan tidak ada penelitian yang memadai telah dilakukan pada wanita hamil atau ibu menyusui.

FDA telah menyetujui Januvia untuk digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan Metformin atau thiazolidinediones, Avandia dan Actos.

Sementara Januvia bekerja untuk memecahkan masalah yang disebabkan oleh pelepasan insulin yang berkurang karena disfungsi sel-beta dan produksi glukosa yang tidak terkontrol oleh hati Metformin dan thiazolidinediones adalah sensitizer insulin yang mengatasi masalah resistensi insulin, sehingga kombinasi akan mengobati diabetes di dua sisi.

Januvia adalah obat oral pertama yang menargetkan jalur incretin. (Byetta juga melakukan ini tetapi memiliki kelemahan yang harus disuntikkan).

Byetta vs Januvia

Ke dua obat ini memiliki cara kerja yang sama. Byetta, atau untuk memberinya nama yang tepat, Exenatide, adalah agonis reseptor GLP-1. Dengan kata lain itu meniru GLP-1. Ini pada dasarnya adalah versi sintetis GLP-1.

Meskipun sangat mirip dengan GLP-1, tidak rentan terhadap DPP-4, namun memberikan durasi lebih lama, sekitar 2,4 jam.

Byetta memiliki kekurangan dengan injeksi dua kali sehari dan disimpan dalam lemari es, sedikit merepotkan saat travelling. Tetapi bagi kita orang yang kelebihan berat badan akan mendapat keuntungan besar karena Byetta menyebabkan penurunan berat badan, tidak seperti Januvia

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

1 Like comments off

You might like

Avatar

About the Author: Lusiana Ekawati