Kaki Neuropati

Merawat kaki neuropati diabetes seperti perhiasan mahkota mungkin terdengar agak aneh, tetapi itu layak dilakukan. Diabetes memengaruhi perasaan, rasa, mati rasa dan mengganggu aliran darah ke kaki membuat masalah menyelinap hadir.

“Orang yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol dapat mengembangkan neuropati kaki,” kata Bonnie W. Greenwald, MD, Kepala Endokrinologi di Rumah Sakit White Plains di White Plains, New York, “yang menyebabkan kurangnya sensasi, termasuk sensasi tekanan dan suhu.”

Neuropati dapat juga memengaruhi fungsi otot-otot kaki; kaki bisa kehilangan arah, atau ada tekanan abnormal pada area tertentu dari kaki Anda saat Anda berjalan.

David Kerr, MD, Direktur Riset dan Inovasi di William Sansum Diabetes Center di Santa Barbara, California, mengatakan neuropati perifer, atau kerusakan saraf, memengaruhi setidaknya 30% hingga 40% penderita diabetes. Namun, neuropati dapat dicegah atau dihentikan hanya dengan kontrol gula darah yang baik.

“Orang dengan diabetes juga dapat mengembangkan penyakit arteri perifer (PAD – peripheral artery disease), atau aliran buruk, menempatkan mereka pada risiko bisul kaki,” kata Greenwald. Aliran darah yang buruk membuat luka lebih sulit sembuh, meningkatkan risiko tukak kulit dan gangren, atau kematian jaringan.

PAD mempengaruhi sekitar 20% orang berusia 55 dan lebih tua, dan menurut Pusat Medis Universitas California-San Francisco, orang dengan diabetes memiliki dua hingga empat kali risiko mengembangkan kondisi dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes.

PAD tidak memiliki pengobatan langsung kecuali tindakan pencegahan seperti mengendalikan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah, dan berhenti merokok. Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan angioplasti, operasi yang memperluas arteri yang menyempit, atau bypass arteri, di mana pembuluh darah diambil dari satu bagian tubuh dan digunakan untuk memotong arteri yang tersumbat.

Mereka yang paling berisiko untuk kaki neuropati dan PAD adalah orang yang merokok, minum berlebihan, dan memiliki kolesterol tinggi dan kontrol glukosa yang buruk, terutama dalam jangka waktu yang lama, kata Kerr, “dan mereka yang kurang beruntung.” kondisi ini dapat membuat kaki Anda rentan terhadap infeksi dan kelainan bentuk.

Gejala kaki neuropati diabetes

Jika Anda menderita neuropati kaki, kata Kerr, Anda mungkin merasa kesemutan atau terbakar, atau sensasi seperti syok di kaki Anda. “Gejala-gejala nyeri parah terutama di malam hari,” ia menambahkan, “sehingga mereka juga dapat mengganggu tidur.” Seiring waktu, kaki Anda bisa kering dan pecah-pecah, menempatkan Anda pada risiko infeksi dan borok.

Kadang-kadang orang kehilangan sensasi rasa sama sekali, kata Kerr, ini berbahaya: “Anda mungkin tidak sadar jika Anda berdiri di atas batu, paku, atau sepotong kaca.” dan luka ini bisa terinfeksi.

“Pada neuropati kaki tahap akhir, Anda mungkin mendapatkan Charcot arthropathy, yang dapat menyebabkan keruntuhan lengkungan, di tengah kaki Anda,” kata Greenwald. Tanda-tanda awal artropati Charcot termasuk kemerahan dan pembengkakan, diikuti oleh patah tulang dan dislokasi ketika tulang bergeser dari posisi semula. Kaki juga bisa kehilangan jaringan otot.

PAD atau kaki neuropati perifer, dapat menyebabkan sakit kaki seperti kram saat Anda berjalan. Kaki Anda mungkin terasa dingin, dan Anda mungkin memiliki sedikit atau tidak ada denyut nadi di kaki Anda.

Merawat dan Mencegah Kaki Neuropati

Kunci untuk menjaga kesehatan kaki diabetik Anda adalah kewaspadaan. Seperti yang dikatakan Kerr, ungkapan “satu ons pencegahan bernilai satu pon penyembuhan” Ambil langkah-langkah ini untuk menghindari masalah.

1. Kontrol gula darah Anda.

  • Bekerja dengan dokter dan tim perawatan kesehatan Anda untuk menjaga target gula darah yang telah ditentukan. “Pertahankan tingkat A1C Anda” – rata-rata kadar glukosa darah Anda selama tiga bulan – “hingga di bawah 7% dan gula darah harian Anda normal,” kata Greenwald. Tanyakan kepada dokter Anda apa yang harus dilakukan jika angka Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah.

2. Periksa tekanan darah dan kadar lemak.

  • Periksalah tekanan darah Anda di setiap kunjungan dokter. Target tekanan darah diabetes adalah 140/90. Kadar kolesterol dan trigliserida harus diperiksa setidaknya setahun sekali. Untuk penderita diabetes, targetnya di bawah 100 untuk LDL, HDL harus di atas 40 untuk wanita dan 50 untuk pria. Kadar trigliserida harus di bawah 150.

3. Berhenti merokok.

  • Merokok meningkatkan risiko komplikasi kaki dengan mempersempit dan mengeraskan pembuluh darah Anda sehingga lebih sedikit nutrisi dan oksigen yang tidak mencukupi mencapai kaki Anda.
  • Merokok juga membuat kadar kolesterol dan tekanan darah Anda naik dan menempatkan Anda pada risiko yang lebih besar untuk serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan amputasi. Minta bantuan dokter Anda untuk berhenti.

4. Dapatkan ahli penyakit kaki.

Sebelum Anda memiliki masalah, Anda meminta dokter untuk merujuk Anda ke ahli penyakit kaki, atau spesialis kaki, yang berpengalaman dengan diabetes. “Kebanyakan orang dengan diabetes bertemu podiatris setidaknya sekali atau dua kali setahun,” katanya.

  • Podiatris akan memeriksa borok di antara jari-jari kaki, kapalan, kelainan tulang, dan denyut nadi kaki Anda untuk mengetahui adanya neuropati perifer. Ia juga menguji sensasi pada kaki Anda, mungkin menggunakan tes monofilamen 10g, untuk menilai sensasi sentuhan dan tekanan.
  • Ia akan menekan berbagai titik di kaki Anda sampai Anda merasakan sensasi, mencatat titik, memberi tahu dokter seberapa banyak tekanan yang bisa Anda rasakan.

5. Periksa, dan periksa kembali.

Lakukan inspeksi kaki Anda sendiri setiap hari, kata Greenwald: “Periksalah di antara jari-jari kaki Anda apakah ada kemerahan dan kerusakan kulit. Untuk tempat-tempat yang tidak dapat Anda lihat dengan mudah, gunakan cermin atau minta orang lain untuk melihatnya. ”Jika Anda menemukan celah di kulit atau sesuatu yang mencurigakan, segera temui dokter atau ahli penyakit kaki Anda.

6. Memilih sepatu.

  • Sebelum Anda mengenakan sepatu, raba bagian dalam untuk memastikan tidak ada batu atau puing-puing lainnya. Hindari sepatu yang terlalu ketat, lancip, atau sepatu hak tinggi, atau yang memiliki jahitan di dalamnya, ini bisa mengikis kaki Anda.
  • Beli sepatu di akhir hari (sore/petang) ketika kaki sedikit membesar. Pilihan yang baik adalah sepatu atletik atau sepatu olahraga, ada udara bersirkulasi di dalam sepatu dan fleksibilitas.
  • Jangan memakai kaus kaki atau memakai sepatu berujung terbuka; beli kaus kaki mulus dan empuk.

“Jika Anda tidak yakin apakah sepatu Anda cocok, temui ahli penyakit kaki yang dapat memeriksa atau membuat sendiri sepatu Anda,” kata Greenwald. Sepatu atau sisipan yang dibuat khusus diabetes dapat melindungi kaki Anda, yang mungkin telah berubah bentuk seiring waktu.

7. Cuci kaki Anda setiap hari.

  • Sebelum Anda merendam kaki, periksa suhu air dengan tangan Anda karena kaki Anda mungkin tidak terasa panas. Gunakan air hangat, jangan panas, dan jangan direndam – itu bisa mengeringkan kulit dan menyebabkan keretakan.
  • Keringkan kaki Anda dengan hati-hati dan oleskan krim pelembab atau minyak bayi untuk mencegah kekeringan, kata Greenwald. Jangan taruh krim di antara jari kaki; kondisi lembab dapat mendorong infeksi.

8. Pangkas kuku setiap minggu.

  • Setelah Anda membasuh kaki Anda, rapikan kuku kaki Anda lurus ke depan dan haluskan dengan kikir kuku. Saat kaki Anda masih basah, haluskan kapalan dengan batu apung.

Jika Anda tidak dapat melihat dengan baik, tidak dapat menjangkau kaki, atau memiliki kuku tumbuh ke dalam, biarkan ahli penyakit kaki Anda melakukan pemotongan. Dia juga bisa mengatasi masalah kapalan dan kulit jagung, kata Kerr, “Jangan menggunakan perangkat rumah seperti pisau cukur atau apapun yang dapat menembus kulit.”

9. Sanitasi pedikur.

Jika Anda menemui pedikur, bawalah peralatan Anda sendiri, rebus beberapa menit sebelum dan sesudahnya untuk menghindari kuman dan bakteri. Kerr menyarankan agar pedikuristahu bahwa Anda menderita diabetes; mengkonfirmasi pengalamannya dalam menangani penderita diabetes, atau setidaknya dia tahu risikonya.

10. Tanggap cuaca.

  • Selalu pakai sepatu di pantai, dan letakkan tabir surya di kaki Anda untuk menghindari sengatan matahari. Kenakan sepatu bot hangat di musim dingin, dan periksa kaki Anda sesering mungkin agar tidak menjadi beku.
  • Jika kaki Anda dingin, jangan taruh botol air panas atau bantalan pemanas di atasnya; pakai kaus kaki saja.

11. Pertahankan aliran darah.

  • Departemen Kesehatan merekomendasikan 150 menit olahraga per minggu. Cobalah olahraga kaki, seperti berjalan, berenang, atau bersepeda, dan hindari berlari dan melompat.
  • Olahraga akan meningkatkan aliran darah ke kaki Anda dan di tempat lain, tetapi juga membantu menurunkan gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. “Periksa kaki Anda sebelum dan sesudah berolahraga,” kata Greenwald. “Hampir tidak sia-sia jika ANda suka berolahraga”

Berbagai masalah kaki diabetes dan tips mengatasinya

Masalah kaki dapat timbul apakah Anda menderita diabetes atau tidak. Namun, masalah kaki dan diabetes dengan mudah dapat menyebabkan infeksi.

Berikut adalah masalah kaki yang umum dan cara mengatasinya.

• Infeksi kaki dan bisul.

Sebagian besar infeksi diobati dengan terapi antibiotik, dimulai dengan antibiotik oral. Infeksi yang lebih serius mungkin memerlukan terapi antibiotik intravena, diberikan di fasilitas rawat inap oleh perawat. Podiatris perlu menghilangkan kulit mati, suatu proses yang disebut debridement.

Jika dokter menentukan Anda menderita PAD atau borok kaki, kata Kerr, ia mungkin menyarankan agar Anda menemui dokter bedah vaskular.

Dokter bedah kemungkinan akan menggunakan x-ray atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat apakah infeksi telah masuk ke tulang; jika sudah, Anda mungkin memerlukan antibiotik yang diberikan secara intravena, pengangkatan tulang, dan / atau prosedur untuk membersihkan arteri tersumbat.

Awas! Sekitar 6% dari penderita diabetes mengembangkan borok kaki, dan sekitar 0,5% membutuhkan amputasi.

• Infeksi jamur pada kuku.

Infeksi jamur mengubah kuku menjadi kaku dan berwarna, biasanya warna kuning, hijau, coklat, atau hitam tidak merata. Dokter akan meresepkan antibiotik oral, menghilangkan kuku dengan cara operasi atau kimiawi, atau melakukan perawatan laser untuk membunuh jamur.

• Kaki atlet.

Kaki atlet, infeksi jamur lain, dapat menyebabkan luka gatal. Dokter merekomendasikan obat antijamur yang dijual bebas seperti clotrimazole (nama merek Lotrimin) atau miconazole (Micatin), resep obat oral seperti flukonazol (Diflucan) atau itraconazole (Sporanox), atau merekomendasikan obat topikal seperti butenafine (Mentax) atau naftifine (Naftin).

• Infeksi tumit.

Infeksi pada tumit terutama terjadi pada orang tua yang menghabiskan banyak waktu di tempat tidur. Obati infeksi dengan antibiotik sesegera mungkin sehingga tidak masuk ke tulang tumit.

• Kulit bersisik dan kapalan.

Jika bersisik atau kalus menyebabkan infeksi, ahli penyakit kaki Anda mungkin akan meresepkan antibiotik dan menghilangkan kulit yang mengeras.

• Lepuh.

Jika Anda mengalami lepuh, tutupi dengan balutan. Jika terinfeksi, dokter akan mengeringkannya dan memberi Anda antibiotik.

• Kuku tumbuh ke dalam.

Ini adalah kuku yang tumbuh ke daging kaki. Orang jawa menyebut sebagai siwalen. Ini biasanya dirawat dengan memotong bagian yang memasuki kulit. Jika tempat tersebut terinfeksi, dokter Anda kemungkinan akan meresepkan antibiotik.

• Bunion.

Bunion adalah kelainan bentuk kaki: Jempol kaki condong ke arah jempol kedua, membuat persendian tempat jempol kaki menyatukan kaki, yang mengarah ke rasa sakit dan kulit kapalan. Obatnya tersedia di toko obat untuk membantu mencegah gesekan sepatu pada bunion, atau dokter mungkin menyarankan operasi untuk memperbaiki kelainan bentuk.

• Kulit kering dan bersisik

Kulit kering dapat menyebabkan kulit yang rusak dan terinfeksi. Obatnya biasanya berupa resep antibiotik topikal atau oral.

• Hammertoes.

Ini adalah jari-jari kaki yang melengkung di bawah kaki karena otot-otot yang melemah. Ini dapat menyebabkan lecet dan kapalan, yang dapat menyebabkan infeksi. Podiatris mungkin menyarankan alas kaki atau pembedahan korektif untuk meluruskan jari kaki.

• Kutil Plantar.

Kutil ini menyerupai kapalan dan dapat terinfeksi atau berdarah. Podiatris menyarankan mengenakan pembalut di atas kutil untuk mencegah iritasi, atau memutuskan untuk melepasnya.

Meluangkan waktu untuk merawat kaki Anda, memeriksanya setiap hari dan melindunginya dari lecet – dapat membuat kaki Anda tetap sehat. Mulai sekarang, dan terus lakukan: Pencegahan jauh lebih mudah daripada pengobatan.


Referensi: Disadur dari tulisan Dorothy Foltz-Gray, penulis “With And Without Her” pemenang American Society for Journalists dan Authors Award 2013.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

%d blogger menyukai ini: