Lebar Distribusi Sel Merah (RDW)

0
(0)

Lebar distribusi sel darah merah juga dikenal sebagai RDW (Red Cell Distribution Width). Ini adalah tes yang relatif baru dan tidak selalu termasuk dalam hitung darah Anda. Jika tidak ada, jangan khawatir.

Jika ada sesuatu dalam hitung darah Anda membuat dokter mencurigai suatu masalah yang ia ingin konfirmasi lebih lanjut tentang itu, ia akan memerintahkan RDW – Red Cell Distribution Width dilakukan.

Ini sering digunakan bersama dengan hasil MCV (Mean corpuscular volume) ketika dicurigai anemia dan mereka berusaha menemukan penyebabnya.

Bagaimana tes ini dilakukan?

Tes ini hanya dapat dilakukan dengan instrumentasi modern.
Instrumen mengukur setiap sel dalam sampel dan kemudian menghitung ukuran rata-rata. Kemudian membandingkan setiap sel darah merah dengan rata-rata yang dihitung. Dengan demikian dapat mengetahui kisaran ukuran dalam sampel darah.

Berapa hasil normal?

Hasil rentang normal: 11-15%

Bagaimana menginterpretasikan hasil? Kekurangan zat tertentu dapat menyebabkan variasi ukuran sel. Misalnya sel-sel darah yang defisiensi Vitamin B12 dan kekurangan asam folat lebih besar dari sel-sel yang kekurangan zat besi.

Jika RDW normal, sebagian besar sel memiliki ukuran yang sama, tetapi orang tersebut mengalami anemia (berdasarkan jumlah darah), maka kemungkinan disebabkan oleh satu penyebab, seperti defisiensi Vit B12, tetapi jika RDW meningkat mungkin ada ‘kantong campuran’ sel dan anemia, bisa memiliki beberapa penyebab seperti defisiensi Vit B12 dan besi.

Reticulocytes (sel darah merah yang tidak matang) jauh lebih besar daripada sel yang lebih tua sehingga segala sesuatu yang menyebabkan jumlah lebih besar ini dilepaskan ke dalam aliran darah akan menyebabkan peningkatan RDW. Ini bisa menjadi indikator kehilangan darah yang parah atau gangguan yang menyebabkan kerusakan sel dini, misalnya. Anemia hemolitik.

Apa hasil abnormal

Penurunan RDW, karena: –

a) Anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh, misalnya

  • Kehilangan darah
  • Parasit
  • Malabsorpsi zat besi


b) Kekurangan vitamin B6
c) Artritis reumatoid

Peningkatan jumlah RDW, karena:

a) Anaemias seperti

  • Anemia pernisiosa – kekurangan Vit B12.
  • Anemia asam folat
  • Anemia defisiensi besi dikombinasikan dengan anemia lainnya
  • Anemia hemolitik – suatu kondisi yang disebabkan oleh penghancuran dini sel darah merah.
  • Anemia sideroblastik – gangguan di mana tubuh memproduksi cukup zat besi tetapi tidak dapat memasukkannya ke dalam hemoglobin.
  • Anemia herediter lainnya misalnya anemia sel sabit.

b) Transfusi
c) Penyalahgunaan alkohol

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

%d blogger menyukai ini: