Olahraga Tersesuai

Olahraga untuk diabetes, apa saja pilihan yang cocok bagi diabetes tipe 2? Olahraga adalah suatu keharusan bagi penderita diabetes tipe 2. Ini bisa menurunkan gula darah dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa.

Diet juga hal paling penting yang dapat Anda lakukan untuk membantu diri Anda melawan penyakit ini. Jadi, olahraga dan diet harus berjalan bersama.

Kenapa diabetes butuh olahraga?

Otot kita semua membutuhkan bahan bakar, tetapi dari mana mereka mendapatkannya? Otot-otot pasif akan senang hati menggunakan asam lemak untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan mereka. Namun, ketika Anda mulai melatih otot-otot itu mereka membutuhkan lebih banyak bahan bakar dan mulai menggunakan glukosa.

Semakin Anda melatihnya semakin banyak glukosa yang mereka butuhkan. Tempat pertama mereka mendapatkan ini adalah glikogen yang disimpan dalam otot itu sendiri tetapi ini segera habis dan kemudian mulai menggunakan glukosa dari aliran darah.

Jika itu habis, ada hati untuk diandalkan. Ia memiliki simpanan glikogen yang dapat dipecah menjadi glukosa dan dikirim ke aliran darah. Hati juga mampu memecah protein dan lemak untuk membuat lebih banyak glukosa untuk otot-otot Anda.

Ketika otot mulai makan glukosa dari darah, maka segera kadar glukosa darah turun, lalu mengirim sinyal ke sel beta untuk berhenti memproduksi banyak insulin.

Ketika jumlah insulin dalam darah menurun, ia memberi tahu hati bahwa inilah saatnya untuk mulai melepaskan glukosa simpanan mereka. Setelah sumber glukosa habis, tubuh mulai membakar simpanan lemaknya untuk menghasilkan glukosa. Sistem ini menjaga kadar glukosa darah stabil selama seluruh periode latihan.

Sesuaikan jenis olahraga dengan penyakit Anda sendiri

Harus Anda sadari, penderita diabetes tidak memiliki sistem kerja yang lancar sehingga hal-hal sedikit menjadi lebih rumit. Ini tidak berarti kita tidak bisa berolahraga! Anda harus cerdas tentang memilih olahraga yang akan Anda lakukan.

Pertimbangkan faktor-faktor berikut!

Olahraga untuk diabetes sakit saraf

Jika Anda memiliki neuropati diabetik, olahraga seperti jogging atau aerobik jelas tidak cocok. Latihan berulang pada kaki yang tidak sensitif dapat menyebabkan ulserasi dan patah tulang. Sebelum memulai, Anda perlu memeriksa luka atau lecet di kaki Anda. Setelah berolahraga, periksa kembali kaki Anda.

Jika Anda rematik, hindari olahraga yang membuat persendian Anda terganggu – pilihlah olahraga air.

Olahraga untuk diabetes retinopati

Jika Anda memiliki retinopati (gangguan mata) maka hindari: –

  • Latihan olahraga dengan beban berat. Aktivitas berat dapat menyebabkan perdarahan vitreus atau ablasi retina.
  • Olahraga apa pun yang meningkatkan tekanan darah.
  • Aktivitas yang mengubah tekanan di mata Anda mis. scuba diving atau mendaki gunung.
  • Apa pun yang menempatkan posisi mata Anda lebih rendah dari posisi hati Anda – contoh: menyentuh jari-jari kaki Anda.

Olahraga untuk diabetes dengan penyakit jantung

Penyakit jantung dapat membuat beberapa bentuk latihan tidak cocok. Anda perlu berkonsultasi dengan ahli jantung.

Olahraga untuk diabetes nefropati

Aktivitas intensitas rendah hingga sedang baik-baik saja tetapi aktivitas fisik intensitas tinggi atau berat akan meningkatkan tekanan darah. Untuk itu, pilihan olahraga yang boleh dilakukan jika tekanan darah dipantau dengan cermat selama berolahraga.

Olahraga untuk diabetes dengan tekanan darah tinggi

hindari latihan yang meregangkan tubuh bagian atas, seperti angkat berat. Ini akan meningkatkan tekanan darah lebih jauh.

Jenis-jenis olahraga pilihan bagi diabetes

Pada dasarnya ada dua jenis latihan aerobik dan anaerobik. Semua berguna dalam pengendalian diabetes dan kombinasi dari 2 kategori tersebut bisa menjadi cara terbaik untuk terapi pengobatan diabetes Anda

Latihan aerobik.

Jika Anda berolahraga dengan maksud untuk fitness, maka di sinilah Anda harus mulai. Hampir setiap orang dapat melakukan latihan aerobik. Latihan aerobik dapat dilakukan pada berbagai intensitas, jadi apa pun kondisi fisik Anda atau cedera atau penyakit yang mungkin Anda alami, latihan aerobik cocok untuk Anda.

Ini adalah jenis olahraga di mana Anda tanpa kehabisan napas. Anda melakukan gerakan terus menerus dan berirama dari otot-otot besar di lengan, kaki & pinggul, membuat jantung memompa dan paru-paru bekerja tanpa terengah-engah.

Latihan aerobik sering dipuji sebagai “pembakar lemak”. Istilah ini karena setelah sekitar 20 menit latihan aerobik tubuh mulai menggunakan lemak yang tersimpan sebagai bahan bakar.

Jika Anda melakukannya secara teratur, metabolisme tubuh Anda meningkat dan Anda dapat menggunakan lebih banyak kalori, bahkan saat istirahat.

Jenis latihan aerobik adalah: –

  1. Berjalan.
  2. Berlari.
  3. Bersepeda.
  4. Berenang.
  5. Panjat tangga.
  6. Skipping
  7. Menari.
  8. Mendayung.
  9. Sepatu roda.
  10. Bola Basket.
  11. Aerobik air.

Menurut penelitian terbaru, hanya 10 menit latihan aerobik 3 kali sehari 5 hari seminggu akan sangat membantu tingkat kebugaran Anda. Mulailah latihan dengan intensitas rendah.

Setelah Anda merasa nyaman dengan level itu, Anda dapat meningkatkannya, ke intensitas sedang, di mana Anda bernapas lebih kencang.

Tingkat selanjutnya akan membuat Anda bernapas keras dan dalam tetapi Anda tidak akan sepenuhnya kehabisan napas karena sudah dilatih sebelumnya.

Keuntungan aerobik adalah:

  1. Manfaat kardiovaskular – jantung dan paru-paru bekerja lebih banyak dan dengan demikian berada dalam kondisi yang lebih baik.
  2. Membantu mengendalikan dan mengurangi lemak tubuh.
  3. Meningkatkan stamina dan energi.
  4. Meredakan stres
  5. Membantu Anda mudah tidur
  6. Manfaat psikologis seperti percaya diri lebih baik, suasana hati yang lebih baik, lebih sedikit depresi dan sedikit kecemasan.
  7. Meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Latihan anaerobik.

Sederhananya ini adalah olahraga ke titik di mana Anda kehabisan napas. Jantung dan paru-paru Anda tidak dapat mengimbangi kebutuhan oksigen untuk otot-otot Anda. Artinya, tubuh Anda membutuhkan lebih banyak oksigen daripada suplai nya.

Anda akan cepat lelah tetapi Anda juga akan menggunakan banyak gula darah. Anaerobik juga dikenal sebagai latihan ketahanan fisik, target utamanya adalah meningkatkan massa otot.

Latihan anaerobik bukan pembakar lemak, tidak seperti latihan aerobik, tetapi latihan ini menciptakan lebih banyak massa otot, lebih banyak kalori dibutuhkan. Peningkatan massa otot ini menyebabkan berkurangnya resistensi insulin.

Latihan anaerobik meliputi:

  • ANgkat beban, misalnya. barbel & halter.
  • Gym
  • Isometrics, termasuk – push up, memanjat bukit curam dll

Keuntungan.

  • Membuat tulang dan otot lebih kuat.
  • Turunkan pembacaan gula darah secara keseluruhan – otot mengeluarkan glukosa dari darah karena itu semakin banyak otot yang Anda miliki semakin baik target GD Anda.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Membantu menguatkan sendi dan otot sehingga mengurangi rasa sakit.
  • Meningkatkan massa otot badan lebih atletis.
  • Meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’ dan menurunkan yang ‘buruk’.

Olahraga Untuk Diabetes Tipe 2

Olahraga dan diet diabetes adalah lini pertahanan pertama bagi kita. Mengapa? Bukan karena penyakit kita, juga bukan karena kurangnya produksi insulin, tetapi karena ketidakmampuan untuk memanfaatkan insulin yang kita miliki dengan benar (resistensi insulin)

Olahraga, ketika dikombinasikan dengan diet seimbang dan tersesuai, kadang-kadang dapat mengendalikan diabetes tipe 2 tanpa perlu obat diabetes lain.

Sebagian besar dari kita penderita diabetes tipe 2 adalah kelebihan berat badan sehingga olahraga sangat bermanfaat untuk penurunan berat badan yang menyebabkan penurunan resistensi insulin. Olahraga membuat kita lebih sensitif terhadap insulin kita sendiri (sensitifitas insulin).

Studi menunjukkan bahwa “pembakaran lemak” dapat berlangsung selama enam hingga dua puluh empat jam setelah program olahraga teratur. Jadi, olahraga ringan sekalipun memiliki manfaat jangka panjang.

Hingga saat ini saran tentang olahraga untuk diabetes tipe 2 adalah “Durasi latihan dan bukan intensitas nya”. Jika kita berjalan dengan langkah cepat selama minimal 30 menit sehari, 3 hari seminggu, rutin, maka kita akan mendapatkan manfaat kesehatan, seperti menurunkan gula darah dan menurunkan berat badan.

Berikut manfaat olahraga rutin

  1. Peningkatan kebugaran fisik karenanya meningkatkan stamina dan lebih banyak energi.
  2. Peningkatan daya tahan kardio-pernapasan.
  3. Memperbaiki profil lipid darah.
  4. Kekuatan otot.
  5. Menurunkan tekanan darah.
  6. Citra diri yang lebih baik dan lebih percaya diri.
  7. Penurunan berat badan.
  8. Profil hbA1c yang lebih baik.
  9. Dapat membantu meredakan depresi.
  10. Menurunkan resistensi insulin.

Untuk penderita diabetes tipe 2 yang menggunakan obat sulfonilurea atau insulin harus menyadari bahwa olahraga berat dapat menyebabkan hipoglikemia dan seperti pada tipe 1, Anda harus selalu membawa camilan karbohidrat (tablet glukosa atau jus buah) selama latihan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

%d blogger menyukai ini: