Retinopati Diabetik

0
(0)

Retinopati diabetik adalah penyakit mata yang hanya ditemukan pada penderita diabetes. Untuk mempertimbangkan apa yang terjadi, kita perlu tahu sedikit tentang cara mata bekerja.

Retina adalah lapisan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata yang juga mengandung pembuluh darah kecil dan jaringan tipis makula, tepat di tengah, ini bagian yang memungkinkan kita bisa melihat benda detail atau warna halus.

Bagian retina di sekitar makula bertanggung jawab atas periferal penglihatan kita. Di depan retina adalah gel vitreous. Retinopati mempengaruhi jaringan pembuluh darah kecil di dalam retina. Pada kadar gula darah tinggi itu menyebabkan pembuluh ini bocor atau tersumbat.

Tahap-tahap retinopati diabetik

Tahap 1- Retinopati diabetes background.

Juga dikenal sebagai retinopati nonproliferatif. Ini adalah tahap paling awal dan umumnya ditemukan pada orang yang telah menderita diabetes untuk waktu yang lama, biasanya lebih dari 8 tahun.

Karena tidak ada gejala yang jelas, penglihatan baik-baik saja, biasanya tanda ini diketahui oleh seorang ahli optik selama pemeriksaan mata.

Mereka melihat mikroaneurisma (tonjolan merah di pembuluh darah), ada pendarahan. Tonjolan ini merupakan timbunan lemak keras yang terbentuk ketika pembuluh kapiler bocor.

Pada tahap ini tidak ada bahaya bagi penglihatan seseorang tetapi itu adalah tanda peringatan bahwa makulopati, tahap yang lebih parah akan berkembang.

Tahap 2 – Makulopati.

Di sinilah makula terpengaruh. Karena ini adalah bagian dari mata yang berurusan dengan penglihatan detail, maka Anda akan mengalami penglihatan kabur dan terdistorsi.

Bahkan, Anda tidak bisa melihat sesuatu yang halus, mirip gejala mata silindris, dan hal-hal yang jauh sulit untuk dipandang dengan benar. Namun, penglihatan tepi Anda tetap normal (periferal).

Makulopati eksudatif terjadi ketika cairan, protein dan lemak bocor ke retina dan menyebabkan pembengkakan. Dalam jenis ini perawatan bisa diatasi dengan kontrol kolesterol atau perawatan laser.

Makulopati iskemik adalah di mana terdapat suplai darah yang tidak memadai karena penyumbatan kapiler. Ini juga membuat penglihatan kabur dan tidak ada pengobatan untuk ini. Itulah alasan mengapa Anda harus mengendalikan diabetes Anda dengan benar.

Tahap 3 – Retinopati Proliferatif.

Ketika kapiler tersumbat, mata mencoba memperbaiki kerusakan dengan menumbuhkan pembuluh darah baru. Namun ini tidak sebagus yang lama. Pembuluh baru ini sangat rapuh dan mudah berdarah. Mereka juga tumbuh di tempat yang salah, sering di permukaan retina dan kadang ke dalam vitreous gel.

Ketika pembuluh ini pecah dan berdarah masuk ke dalam vitreous gel, akan mengaburkan penglihatan Anda dan menyebabkan pembentukan jaringan parut.

Jaringan parut ini dapat mengakibatkan distorsi retina yang menyebabkannya ditarik keluar dari posisinya, jauh dari sklera atau dinding mata. Inilah yang dikenal sebagai ablasi retina, menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak dan parah.

Apa pengobatan retinopati diabetik?

Jika terdeteksi lebih dini, dua tahap retinopati diabetik diatas dapat diatasi dengan perawatan laser, untuk menutup pembuluh darah yang bocor.

Pengobatan laser ini pun belum bisa membuat penglihatan Anda lebih baik tetapi mencegah dan menghentikannya menjadi lebih buruk.

Jika tumbuh pembuluh darah baru, perawatan laser yang lebih ekstensif dapat digunakan untuk mengangkatnya.

Pencegahan retinopati diabetik

Retinopati diabetik dapat dikurangi risiko nya, atau setidaknya membantu mencegahnya menjadi lebih buruk, dengan:

  • mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah dan kolesterol Anda
  • minum obat diabetes sesuai resep
  • menghadiri semua janji pemeriksaan mata
  • Patuhi saran medis jika Anda melihat ada perubahan pada visi Anda
  • mempertahankan berat badan yang sehat, makan makanan yang sehat dan seimbang, olahraga secara teratur dan berhenti merokok

Skrining mata diabetes

Setiap orang dengan diabetes yang berusia 12 tahun atau lebih diundang untuk pemeriksaan mata setahun sekali.

Skrining mata menjadi penting karena:

  • retinopati diabetik cenderung tidak menyebabkan gejala pada tahap awal
  • kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak didiagnosis dan diobati segera
  • skrining dapat mendeteksi masalah di mata Anda sebelum mulai mempengaruhi penglihatan Anda
  • jika masalah ditemukan lebih awal, perawatan dapat mencegah atau mengurangi kebutaan

Tes skrining melibatkan memeriksa bagian belakang mata dan mengambil foto. Tergantung pada hasil Anda, Anda mungkin disarankan untuk kembali memeriksa mata setahun kemudian.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

%d blogger menyukai ini: